Dua hari lalu mendengar kabar kalau kamu sedang sakit membuatku langsung berubah jadi sedih & kuatir. Aku coba menghubungi kamu setelah aku selesai berenang dengan teman-teman Ndeleperz, tapi reaksi yang aku terima malah kamu reject telepon dari aku. Saat itu aku hanya punya 1 pikiran, mungkin kamu sedang tidak mau diganggu, maka aku akan selalu memberikan celah untuk kamu.
Aku hanya bisa mendoakanmu, untuk kesehatanmu dari sini. Maaf kalau aku tidak bisa ada disana, denganmu, menemani & merawatmu. Aku hanya berharap pada Allah SWT. agar selalu menjagamu, melindungimu dan merawatmu dengan baik disana. Kamu tau, ayat ini yang menguatkanku disini "dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap" (94:8) ayat ini yang membuatku tidak berhenti berdoa dan berharap agar kamu cepat sembuh dan aku bisa mendengar tawa itu lagi.
Dua hari sudah aku gantungkan harapan kepada Tuhanku, dan Dia menjawab doaku. Aku dapat kabar kamu lagi, sedih mendengar kondisimu semakin menurun disana, tapi aku sedikit lega karena kamu yang memintaku untuk tidak kuatir dan sudah ada ibu yang menjagamu disana. Seharusnya aku makin kuatir dengan kondisi kamu, tapi ada sedikit perasaan tenang dan senang karena "Ternyata aku masih tersimpan disana, dihatimu".
Terima Kasih atas ruang kecil itu, aku tenang apabila kamu yang memintaku untuk tenang. Aku gantungkan harapanku untukmu kepada Tuhanku dan akan selalu ada sebuah ruang untuk kamu disini, dihatiku.
xoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar